Minggu, 20 Oktober 2013

Kimia perawatan kulit

            Seiring perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin banyak industri yang menghasilkan barang produksi untuk memenuhi kebutuhan kita. Mulai dari sabun, shampo, bedak, pemutih wajah, handbody, hingga pewangi. Hampir semua mengandung bahan kimia yang berbahaya. Yang dapat membahayakan kulit kita.
            Diantara bahan-bahan kimia tersebut ada yang bahaya dan bersifat racun, oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui jenis, sifat-sifat kegunaan, serta bahaya dari setiap bahan-bahan kimia yang kita gunakan di kulit kita. Contoh bahan kimia yang dapat membahayakan kulit kita tanpa kita sadari yaitu, bahan kimia yang terdapat dipopok bayi dan bantalan bayi, yang dapat menimbulkan  kanker yang menggandung anti panas. Sebuah studi menemukan bahan kimia anti panas “carcingen” yang terdapat di popok dan sarung bantal bayi itu berbahaya bagi kesehatan kulit karena dapat menimbulkan kanker, bahan yang beracun itu terserap dalam kulit kita dan masuk ke reproduksi syaraf serta berkembangan diotak.
            Menurut para ahli, hasil studi ini menjadi peringatan bahwa bahan kimia anti panas diketahui dapat berimigrasi dari busa ke udara akibatnya bagi yang menggunakan produki menggunakan “carcingen” memiliki resiko dua kali lebih besar. kulit kita sangat sensitif dengan bahan-bahan kimia yang dicampurkan dalam kain tersebut.Banyak perempuan memahami bahwa sinar matahari punya dampak buruk terhadap kulit. Apalagi jika kulit kerap terpapar langsung sinar ultraviolet saat menjalani aktivitas sehari-hari. Meski sadar bahayanya, tak semua perempuan rutin melindungi dan merawat tubuhnya dengan body lotion mengandung SPF dan PA++.

Hasil riset menunjukkan delapan dari 10 perempuan pengguna body lotion mengetahui efek negatif sinar matahari. Namun hanya satu dari 10 perempuan yang memilih body lotion untuk melindungi kulitnya.

"Kebanyakan perempuan menggunakan body lotion untuk mendapatkan kelembaban kulit, memutihkan kulit, dan melembutkan kulit. Tidak banyak yang menyadari bahwa SPF dan PA++ merupakan faktor penting untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari," tutur Johan Lie, Brand Manager Citra-Unilever Indonesia melalui siaran persnya.

Paparan sinar matahari, baik langsung maupun tidak, menyebabkan permasalahan kulit dalam jangka pendek dan panjang. Seperti penuaan kulit, keriput, membuat warna kulit lebih hitam, dan efek jangka panjang seperti kanker kulit.

Paparan sinar matahari juga tidak hanya berbahaya jika terkena langsung saat beraktivitas. Lingkungan seperti rumput, tanah, air, pasir dapat merefleksikan radiasi sinar matahari sehingga setiap orang rentan terpapar bahaya UV saat beraktivitas.

Merkuri atau air raksa (Hg) merupakan golongan logam berat dengan nomor atom 80 dan berat atom 200,6. Merkuri merupakan unsur yang sangat jarang dalam kerak bumi, dan relatif terkonsentrasi pada beberapa daerah vulkanik dan endapan-endapan mineral biji dari logam-logam berat. Merkuri digunakan pada berbagai aplikasi seperti amalgam gigi, sebagai fungisida, dan beberapa penggunaan industri termasuk untuk proses penambangan emas. Dari kegiatan penambangan tersebut menyebabkan tingginya konsentrasi merkuri dalam air tanah dan air permukaan pada daerah pertambangan. Elemen air raksa relatif tidak berbahaya kecuali kalau menguap dan terhirup secara langsung pada paru-paru.

Bentuk racun dari air raksa pada proses masuk pada tubuh manusia adalah methyl mercury (CH3Hg+ dan CH3-Hg-CH3) dan garam organik, partikel mercuric khlor (HgCl2). Methyl mercury dapat dibentuk oleh bakteri pada endapan dan air yang bersifat asam. Ion merkuri anorganik adalah bersifat racun akut. Elemen merkuri mempunyai waktu tinggal yang relatif pendek pada tubuh manusia tetapi persenyawaan methyl mercury tinggal pada tubuh manusia 10 kali lebih lama merkuri berbentuk metal (logam) dan menyebabkan tidak berfungsinya otak, gelisah/gugup, ginjal, dan kerusakan liver pada kelahiran (cacat lahir).

Sumber :
www.doktergaul.com/blog/bahan-bahan-kimia-anti-panas-dapat-menimbulkan-kanker/643.htm